Posted by: Nane | January 8, 2008

Evolution & Faith

ada request semalam supaya saya memposting tulisan mengenai evolusi.

Berhubung spesifikasi ilmu saya terus-menerus mengelilingi masalah primata, perilaku, dan evolusi…
perlu diketahui bahwa bidang yang saya geluti tidak didasari oleh ilmu biologi konkrit, melainkan ilmu biologi abstrak. disini saya menimba ilmu persepsi yang merupakan integrasi dari ilmu biologi, sosiologi, psikologi, dan matematika. Nggak hanya mengandalkan otak kiri, tapi saya harus menggunakan otak kanan, depan, belakang, dan dengku tuk memahami hal-hal yang nggak masuk diakal ini…

byk yang bertanya kepada saya apakah saya percaya evolusi.
Jawabannya iya.
lalu mereka bertanya apakah saya percaya Tuhan.
Jawabannya iya.
Setelah itu mereka akan mengkerutkan alis mereka kepada saya…
seolah-olah saya adalah orang gila. :D

tapi beginilah penjelasan saya…
MOHON BERHENTI MEMBACA SEKARANG SEANDAINYA ANDA MALAS MEMBACA PANJANG-PANJANG MENGENAI ASAL-USUL MANUSIA!

evolusi…
darimana saya harus memulai…
tentu evolusi adalah kata umum yang dapat dikembangkan menjadi hal-hal yang sangat kompleks.
evolusi adalah sebuah topik yang holistik sehingga meski sudah saya pelajari selama 4 tahun, i’m still trying to fit the pieces together….
Tapi saya akan mencoba menjelaskan tanpa banyak melakukan bias terhadap sains maupun agama. ^^

pertama-tama, saya sedikit shok karena saat pertama kali seseorang mendengar “Darwin”, mereka akan cenderung berfikir bahwa kesimpulannya adalah manusia berasal dari monyet.
Camkan hal ini!! Konsep evolusi tidak menitik beratkan kesana…!!

Beginilah konsep “Seleksi Alam” Darwin yang SEBENARNYA:
1. Semua spesies memiliki kapabilitas untuk memproduksi keturunan lebih cepat daripada sumber daya makanan.
2. Semua makhluk hidup memiliki variasi genetik; tidak ada 2 individu dalam satu spesies yang benar-benar sama!
3. Terdapat struggle untuk bertahan hidup, dan individu-individu yang memiliki karakteristik yang penting untuk bertahan hidup akan lebih diuntungkan dari individu-individu lain.
4. Variasi genetik yang baik diturunkan ke generasi-generasi berikutnya.
5. Melalui waktu geologis yang lama sekali, variasi genetik akan membentuk spesies baru.

ok. Saya setuju 100% dengan 4 dari 5 pernyataan tersebut. pasti yang sedikit rancu itu yang terakhir kaan??
hihi… perlu diketahui di text-book evolusi manapun dinyatakan bahwa konsep tersebut memiliki satu kelemahan… yaitu Darwin tidak dapat membuktikannya karena selalu ada missing link!!

Beginilah pendapat saya…
Seandainya kita berbicara dalam konteks agama, seperti yang dinyatakan pada kitab suci, makhluk yang paling sempurna adalah manusia modern (Homo sapiens)…
Seandainya Tuhan menyatakan “Jadilah!” maka akan jadilah.
Hanya saja yang saya khawatirkan, manusia itu beranggapan bahwa waktu yang dibutuhkan Tuhan untuk membuat “Jadi” sesuatu disamakan dengan waktu manusia.
Mungkinkah time-frame manusia dan Tuhan itu berbeda?

Lagipula, Tuhan menciptakan bumi 570 milyar tahun yang lalu, kemudian baru menciptakan manusia sekitar 90 ribu tahun yang lalu. Mengapa membutuhkan waktu yang begitu lama?
apa mungkin definisi ‘lama’ itu hanya dalam time-frame manusia, bukan time-frame Tuhan?
mungkinkah bagi Tuhan itu adalah waktu yang singkat?
Kalo menurut saya, Tuhan pastinya menciptakan spesies-spesiesnya secara berkala. Dalam arti kata, dari yang paling sederhana (bakteri) hingga ke yang paling kompleks (manusia modern).

Mengenai evolusinya,…
tentu menurut saya sedikit absurd jika saya menyatakan manusia modern berasal dari kera atau manusia primitif lainnya (seperti Homo erectus), karena saya tidak percaya hal itu. Hanya saja manusia modern itu diciptakan dalam jangka waktu yang lebih dekat dengan kera dan manusia primitif serta daripada spesies-spesies lainnya. Perbedaan genetik kita memang hanya berselisih sedikit (persamaan genetik manusia dan simpanse adalah 98%), namun hal itu sudah membuat sangaaaaat banyak perbedaan!

Menurut saya evolusi terjadi pada setiap spesies masing-masing.
Misalnya… Manusia modern berasal dari manusia modern yang paling primitif!
bukankah setahu kita manusia sekarang ukurannya jauh lebih kecil daripada manusia zaman purba?
menurut saya hal tersebutlah yang dinamakan evolusi.
Sumber daya makanan berubah dari waktu ke waktu, tergantung pada perubahan iklim dan wilayah geografis… lalu kita melakukan adaptasi….

sudah pasti bahwa variasi genetik tersebut ada, sehingga saat terjadi pertarungan untuk bertahan hidup, individu-individu dengan variasi genetik yang menguntungkan akan lebih dominan, dan yang tidak akan mati… Variasi-variasi genetik tersebut membawa karakteristik manusia yang kita bawa sekarang (seperti warna kulit, bentuk hidung, tinggi badan di wilayah geografis yang berbeda-beda)…

tentu hal tersebut membutuhkan ratusan/ribuan tahun sehingga kita menjadi manusia terbagi-bagi menjadi banyak ras seperti sekarang ini.
sebenarnya saya ingin membahas lebih lanjut mengenai teori asal-usul manusia seperti “out of africa” theory dan adanya manusia modern dengan manusia primitif yang hidup berdampingan…. dan sedikit menjelaskan fenomena budaya dan sosial anthropologi di dunia… tapi saya udah keburu ngatuk… hihi…. saya lanjutkan saja lain kali…, atau anda bisa membaca buku “Guns, Germs, Steel” yang ditulis oleh Biolog/Sosiolog yang sangat hebat yaitu pak doktor Jared Diamond… ;p

In conclusion… to be perfectly honest, evolusi adalah teori menggantung yang akan membuat anda menggila memikirkannya karena tidak ada jawaban yang pasti….! >__<
dan saya sudah terlanjur menjebloskan diri ke dalam jurang biologi yang ini…
tapi, saya masih menghargai pendapat orang lain yang berfikiran terbuka mengenai evolusi…

anywaaay…..
I’m just a future mad scientist with a lot on my mind…
v(^o^)v


Responses

  1. setuju bu guluuu! kuliah lo ini gw jadikan acuan yah buat gw mengemenks

  2. [...] oleh seseorang untuk menanggapi tulisan seseorang, dengan liciknya saya langsung menghasut orang lain untuk melakukannya hohoho.. (bacalah analisa ilmuwan muda ini, sekedar sebagai pembuka mata [...]

  3. Hihihi meributkan kulit. Lupa kalau isi kacangnya lebih enak. Gitu ya, Ne?

    Bahkan kalaupun memang benar kita dari kera, gw pikir kita ga seharusnya merasa malu. Justru itu kehebatan Tuhan, membuat sesuatu dengan cara yang ga pernah kita sangka.

  4. vin: gw udah cocok jadi dosen beloom? hahahaha….

    hariadhi: yeps.. itulah maksud gw.. darimanapun asal-usul kita, seharusnya kita bersyukur aja.. :D

  5. wah saya kurang begitu suka ma darwin tapi kalo Darwis saya suka, bis stock photo ce2 sexynya banyak sih…
    huhuhuhuhu

  6. hwahahaha… gw jg suka darwis.. tp payah ah.. om darwis ga pernah memotret cowo2 sexy.. >_<


Leave a response

Your response:

Categories