
Biologically speaking…
Dalam tempo 1 bulan…
Wanita menghasilkan satu sel telur.
Pria menghasilkan ratusan ribuan sperma.
Seperti kata dosen fisiologi saya, memang sudah kodratnya sperma mengejar telur.
Dengan kata lain memang seharusnya pria-lah yang mengejar wanita.
Saat pertama kali saya mendengar ceramah dosen saya 4 tahun yang lalu,
rasanya saya begitu setuju dengan pendapat dosen saya itu!
lalu setelah saya mempelajari perilaku ekologi 2 tahun yang lalu,
saya mempelajari mengenai fenomena “female choice”.
yaitu seharusnya yang berhak memilih pria terbaik adalah wanita.
bagaimanapun investasi seorang perempuan itu jauh lebih besar daripada lelaki.
kembali lagi ke masalah satu telur vs. ratusan ribu sperma.
—–
hmm… hal ini bukanlah suatu fenomena baru.
perempuan-perempuan zaman sekarang memang sudah jauh lebih independent dan kini istilah bahwa ‘boys make the first move’ perlahan mulai memudar.
Memang demikian adanya, emansipasi wanita-lah yang membuat wanita menjadi lebih pemberani dan tegar sehingga lebih mudah untuk mengungkapkan perasaannya. “girls make the first move” bukan lagi suatu keajaiban.
Anehnya, terkadang perempuan-perempuan macam ini tak jarang dicap sebagai wanita agresif.
Karena kerap lekatnya budaya dimana ‘wanita dijajah pria’ itu masih melekat di negara kita ini, maka wanita agresif semacam itu rasanya belum dapat diterima.
Anehnya lagi, para pria yang zaman sekarang semakin besar kepala.
mungkin bisa dibilang perilaku agresivitas seorang lelaki untuk mengejar wanita sudah jauh menurundibandingkan zaman dahulu….
Seperti memancing, mereka melakukan trik ‘tarik-ulur’ untuk wanita yang merupakan trik wanita zaman dahulu untuk pria.
Zaman sudah berubah terbalikkah?
Secara pribadi di zaman sekarang ini…,
seandainya ada seorang wanita yang berani mengungkapkan perasaannya, saya salut.
asal iapun menyadari bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat.
“Anehnya, terkadang perempuan-perempuan macam ini tak jarang dicap sebagai wanita agresif.
Karena kerap lekatnya budaya dimana ‘wanita dijajah pria’”
terkecuali di suatu kota kecil, dimana ada seekor fejantan yang selalu dijajah betina….
By: Hoek Soegirang on January 13, 2008
at 7:12 pm
mampir
mungkin yang jadi point lainnya adalah, jumlah wanita lebih banyak daripada pria.. jadi walaupun secara “biologis” wanitalah yang memilih pria, tapi secara “statistik” pria lebih mungkin memilih wanita. hehehehe… :p
By: ancilla on January 13, 2008
at 8:02 pm
Emansipasi memang perlu..tapi wanita tetap tidak boleh melupakan kodratnya…
By: indra1082 on January 14, 2008
at 3:20 am
nyindir gw nih, Ne? 0_o hehehe
By: hariadhi on January 14, 2008
at 3:20 am
gue sangath setuju dengan emansipasi.. itu wajib banget buat perempuan, tapi entah kenapa gue tetep kepengen punya istri yang minimal uleg-kan sambelnya tuh manstaps gitu.. hehehe ngga di blender kaya’ cewe2 jaman sekarang
By: brainstorm on January 14, 2008
at 5:51 am
Saya juga salut ama wanita yg ungkapkan perasaannya langsung ke saya. Yg mbikin ga sreg adl bila dia masih keras kepala berusaha meskipun udah dibilang ‘nggak!’
Pria bebas memilih… Perempuan bebas menolak.
By: Guntar on January 14, 2008
at 7:10 am
hoek: dimanakah kota kecil itu berada? O_o..?
Ancilla: hahaha.. saya juga mikir demikian… di Indonesia juga perbandingan jantan betina adalah 5:1… huhu… mendingan nyari barang impor aja kali yah..? hahaha ;p thank’s ya udh mampir…
Indra: haaah… maksud anda apa yaa ‘kodrat’?? kalo gitu anda berpendapat bahwa kodrat wanita pria itu berbeda donk yaa?? mana emansipasinya yaa…??
Hariadhi: huhu… lo merasa tersindir yaah?? wakakakakaaak….
Brainstorm: haaah?? ada apa dengan ulegan sambel?? kan sekarang teknologi sudah berkembang dan blender mempermudah hidup setiap orang supaya kita nggak usah nguleg lagi?? nah loo…??
guntar: nah… itu dia deh anehnya… apabila seorang pria yang keras kepala berusaha orang2 berkata “oh so sweeet…. setia sekali…”, tapi apabila seorang wanita yang melakukan demikian orang2 berkata “haaah! ngotot banget siih!!”…. hmmm… sedikit mengherankan bahwa pada akhirnya wanita tidak bebas memilih dan pria tidak bebas menolak?
By: Nane on January 14, 2008
at 1:38 pm
mampir lagi…
hahaha.. boleh-boleh aja kalau mau impor, tapi jangan lupa dicek ya.. jangan-jangan bawa virus seperti mad-cow dulu.
kidding and no offense at all…
By: ancilla on January 14, 2008
at 2:18 pm
komentar nomor 2 says it all. SUCKS BERAT!
By: v!n+ on January 14, 2008
at 2:52 pm
Too bad your blog is in Malay – I cannot read it
This post (the bits of this post I managed to translate, seemed interesting enough). Also, Evolution and Faith seemed like a good read. Of course, all I can go by the title and imagined post content.
I came from ancilla’s blog.
By: richard on January 14, 2008
at 6:02 pm
kan ladies first…
huhuhuhu
tapi teuteup….man is the best.
….puff…..
By: bedh on January 15, 2008
at 11:15 am
mengherankan bahwa feedback yg gw dpt kbykn dr para pria…
nggak ada dukungan dr wanita niih!!!
huhu….
*menggandeng erat Ancilla & Vin+…..*
By: Nane on January 15, 2008
at 2:45 pm