Soulmate. A mate for the soul. Dalam sebuah buku yang saya baca, tabulasi matematis untuk soulmate itu adalah 1/2 + 1/2 = 1. In other words, tanpa soulmate, sebenarnya jiwa kita masih setengah.
Saya terinspirasi dari perbincangan saya dengan teman-teman saya di kantor pada acara coffee break di sore hari… Tersulutkan oleh sebuah gossip (teteuuup), jadilah topik ini sempat muncul. Everyone’s favourite subject: Jodoh, love, whatever you may call it…
Saya jadi teringat saat saya masih kelas 3 SD, saya sedang berjalan dengan ayah saya dan kemudian beliau berkata: “Nane… kamu nanti kalau besar dijodohin aja yaa….”.
Seperti layaknya anak SD yang sok pinter saya langsung membantah: “Ayah… Itu bukan tugas ayah untuk mencarikan aku jodoh! Aku akan menemukan dan memilih jodohku sendiri!”
Saya juga tidak mengerti mengapa saya yang masih bocah dan ingusan itu bisa berkata seperti itu… Tapi adegan tersebut selalu diingat oleh ayah saya dan selalu membuat beliau tertawa, mungkin melihat bahwa kesotoyan dan sikap belagu saya masih belum berubah hingga saat ini.
Tapi one thing is for sure… Konsep “perjodohan” itu belum pernah bisa saya terima dengan akal sehat saya (apa saya yang tidak sehat?). Meski saya telah menjadi saksi mata akan terjadinya hal-hal seperti itu, saya masih tidak bisa memikirkan dimana letak logisnya… Mungkin saya salah, tapi entah kenapa saya merasa konsep tersebut membuat kita seolah-olah meletakkan nasib hidup kita di tangan pihak ke3… Even if pihak ke3 tersebut itu adalah seseorang yang sangat dekat dan selalu mempertimbangkan kebaikan diri kita sendiri (contoh: orangtua).
Bagi saya, hidup maupun cinta adalah sebuah petualangan. Saat kita sudah menggantungkan nasib di pihak ke3 tersebut, saya sedikit phobia membayangkan bahwa masa depan telah disusun dan tertata secara rapih di depan kita… Seandainya hal itu terjadi, mungkin saya bisa gila… Because I would feel like there is no more adventure in my life.
Jangan salah, saya adalah seorang pencinta. Saya gemar membaca puisi cinta dan bagi saya sebuah film tanpa adegan cinta itu aneh. Saya juga percaya bahwa ada sebuah benang merah yang menghubungkan antara cinta sejati dan jodoh alias soulmate.
Soulmate. A mate for ther soul.
I have a weird theory that we’ll find it when we least expect it. :p

Well… kalo pilihan jodoh kita itu ga bener mulu, bikin frustasi sih kalo gw(he3x…)
That’s why gw terpikir untuk minta dikenalin, desperately need soulmate mode on ^_^
By: Dias Widya Ramadhan on March 4, 2009
at 10:53 am
duuh… hahaha… jd lo mengakui ke-desperado-an lo niih?? kaya Rio aja lo…
wakakaka…
By: Nane on March 5, 2009
at 3:39 pm
gw stuju kalo cinta adalah sebuah petualangan diri … jadi ga bisa maen seenaknya diberi …
btw, gw suka sama gambarnya crot … dan lagi2 lo plagiat karna ga mencantumkan sumber gambarnya ya … cih …
By: denyap on April 23, 2009
at 3:19 pm