Posted by: Nane | May 17, 2009

The Power of Communication…

Membaca kembali buku2 yang dulu saya gunakan dalam penulisan skripsi saya itu bagaikan membaca versi ilmiah dari “chicken soup for the soul”…
Saya ingin sedikit berbagi dari buku “The evolution of Primates” karangan Jolly A. 1985 pada halaman 192 bab 10 mengenai “communication”…

We rarely tell a person ‘i like you,’ and hardly ever tell them, ‘you bore me.’  We rarely need to say it; a deep look in the eyes or a glance away, a step or a shift of the shoulders is enough.  Saying the phrase would suddenly raise the situation to a different level of intensity.  At still higher intensity of love or anger, speech again becomes inadequate: we physically caress or hit each other (Argyle, 1967)

Most personal communication is nonverbal.  Although we value love sonnets and love letters, courtship can do without them.  In fact, the content of conversation may be quite irrelavant to the relationship between the speakers; it means only “Please pay attention to me for I am noticing you,” which is what van Hoof (1967) calls “Grooming talk.”

grooming talk

Yaa… Pada intinya, Jolly (1985) mencoba menyatakan bahwa komunikasi non-verbal terkadang lebih kuat daripada komunikasi verbal… Dan bahkan pada beberapa kasus, komunikasi verbal itu bahkan tidak dibutuhkan sama sekali.

Satu hal yang mungkin akan saya pertanyakan adalah “cinta”.  Apakah pernyataan “cinta” itu begitu penting?  Meski tentunya akan sangat dihargai, namun pada akhirnya kita menyadari bahwa kata-kata itu selalu dikalahkan oleh komunikasi nonverbal.  Contohnya…. menulis surat cinta yang isinya berbagai sumber perasaan yang terdalam…  namun surat itu tak pernah didukung oleh komunikasi non-verbal… seperti tatapan mata, perhatian, belaian, atau bukti-bukti lainnya.  Tanpa adanya bukti-bukti, bukankah pada akhirnya kata-kata tersebut akan menjadi tak berarti??

juga apabila yang kita miliki hanyalah kata-kata…
mimpi… cita-cita… harapan…
semua “kata-kata” tersebut tak akan pernah ada arti tanpa adanya kesempatan untuk menunjukkan bukti dan fakta… atau suatu masa dalam dimensi waktu yang dipergunakan untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan intensitas yang berbeda.
Pada akhirnya everything in this world needs to be evidence based agar dapat diterima oleh akal sehat dan logika…

Komunikasi…
Komunikasi adalah hal pertama yang kita pelajari sejak kecil.
Hanya saja anehnya… Saat kita sudah menjadi dewasa, mempelajari lebih banyak kata-kata, dan belajar untuk benar-benar berbicara…
entah kenapa jadi semakin sulit untuk mengungkapkan apa yang kita benar-benar inginkan….


Responses

  1. sukaaaaa ^o^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.